Desa Berembeng kembali menyelenggarakan Kegiatan Bulan Bahasa Bali pada Sabtu, 15 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga warisan budaya Bali.
Tahun ini, Bulan Bahasa Bali mengusung tema “Atma Kerthi”, yang bermakna penyucian jiwa. Tema tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keharmonisan diri dan lingkungan melalui pelestarian budaya lokal.
Perbekel Desa Berembeng, I Nyoman Widastra, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Bulan Bahasa Bali bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Melalui Bulan Bahasa Bali ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap bahasa dan budaya Bali. Tema Atma Kerthi menjadi pengingat agar pelestarian budaya dimulai dari penyucian pikiran dan sikap kita sendiri,” ujarnya.
Kegiatan Bulan Bahasa Bali di Desa Berembeng dimeriahkan dengan berbagai wimbakara, di antaranya Wimbakara Nyurat Aksara Bali, Mesatua Bali, Mapidarta, serta Magending Pop Bali. Seluruh kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta maupun masyarakat yang hadir.
Lebih lanjut, Perbekel I Nyoman Widastra berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Kami berharap Bulan Bahasa Bali menjadi ruang belajar sekaligus hiburan yang positif, serta mampu menjaga keberlangsungan bahasa dan aksara Bali di tengah perkembangan zaman,” tambahnya.
Melalui kegiatan Bulan Bahasa Bali 2026 ini, Desa Berembeng berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya Bali sebagai bagian dari jati diri masyarakat desa